Senin, 08/02/2010 23:00 WIB
padangmedia.com - PESSEL- Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pesisir Selatan masih tersedot untuk program pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendidikan. Sehingga menyebabkan lambannya pengembangan pariwisata di daerah ini.
Demikian diungkapkan Bupati Pessel Nasrul Abit menyikapi minimnya infrastruktur pendukung pada objek-objek wisata di daerah ini.
" Kita masih fokus kepada pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendidikan. KK miskin di Pessel masih tinggi sehingga belum bisa melakukan pengembangan potensi wisata," katanya, Senen (8/2).
Menurut Nasrul, untuk pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata seperti sarana transportasi misalnya akan menelan biaya sangat besar. Mengingat kondisi masyarakat daerah, Pessel masih berstatus daerah miskin karena angka kemiskinan masih jauh diatas standar nasional.
" Angka kemiskinan di Pessel masih diatas rata-rata nasional. Standar nasional kategori daerah tidak miskin dibawah 12 persen. Angka kemiskinan di Pessel masih 24 persen dari jumlah penduduk," lanjutnya.
Untuk itu ia berpendapat lebih baik memprioritaskan program kepada peningkatan pendidikan dan pengentasan kemiskinan terlebih dahulu. Hal ini disebabkan, hampir seluruh masyarakat miskin di Pessel tidak mengenyam pendidikan yang layak, bahkan 70 persen dari KK miskin tidak tamat SD.
Untuk pengembangan pariwisata di Pessel, Nasrul Abit hanya berharap potensi wisata yang ada dapat menarik minat investor sehingga pengembangannya nanti akan dikelola oleh pihak swasta. Hal ini akan lebih menjamin ketimbang dikembangkan sendiri oleh pemerintah daerah dengan keterbatasan dana tersedia.
Berbagai potensi pariwisata di Pessel yang bisa dikembangkan dan bernilai tinggi adalah objek wisata bahari. Daerah ini memiliki pemandangan yang bagus dan memiliki pulau-pulau kecil. Tercatat sekitar 58 buah pulau kecil ada di sepanjang perairan Pessel.
Salah satu kawasan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai kawasan pengembangan pariwisata di Indonesia Bagian Barat adalah Kawasan Mandeh Resor yang sampai saat ini belum tersentuh. Kawasan ini sudah masuk dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPNAS) sejak beberapa tahun lalu. (feb)
padangmedia.com - PESSEL- Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pesisir Selatan masih tersedot untuk program pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendidikan. Sehingga menyebabkan lambannya pengembangan pariwisata di daerah ini.
Demikian diungkapkan Bupati Pessel Nasrul Abit menyikapi minimnya infrastruktur pendukung pada objek-objek wisata di daerah ini.
" Kita masih fokus kepada pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendidikan. KK miskin di Pessel masih tinggi sehingga belum bisa melakukan pengembangan potensi wisata," katanya, Senen (8/2).
Menurut Nasrul, untuk pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata seperti sarana transportasi misalnya akan menelan biaya sangat besar. Mengingat kondisi masyarakat daerah, Pessel masih berstatus daerah miskin karena angka kemiskinan masih jauh diatas standar nasional.
" Angka kemiskinan di Pessel masih diatas rata-rata nasional. Standar nasional kategori daerah tidak miskin dibawah 12 persen. Angka kemiskinan di Pessel masih 24 persen dari jumlah penduduk," lanjutnya.
Untuk itu ia berpendapat lebih baik memprioritaskan program kepada peningkatan pendidikan dan pengentasan kemiskinan terlebih dahulu. Hal ini disebabkan, hampir seluruh masyarakat miskin di Pessel tidak mengenyam pendidikan yang layak, bahkan 70 persen dari KK miskin tidak tamat SD.
Untuk pengembangan pariwisata di Pessel, Nasrul Abit hanya berharap potensi wisata yang ada dapat menarik minat investor sehingga pengembangannya nanti akan dikelola oleh pihak swasta. Hal ini akan lebih menjamin ketimbang dikembangkan sendiri oleh pemerintah daerah dengan keterbatasan dana tersedia.
Berbagai potensi pariwisata di Pessel yang bisa dikembangkan dan bernilai tinggi adalah objek wisata bahari. Daerah ini memiliki pemandangan yang bagus dan memiliki pulau-pulau kecil. Tercatat sekitar 58 buah pulau kecil ada di sepanjang perairan Pessel.
Salah satu kawasan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai kawasan pengembangan pariwisata di Indonesia Bagian Barat adalah Kawasan Mandeh Resor yang sampai saat ini belum tersentuh. Kawasan ini sudah masuk dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPNAS) sejak beberapa tahun lalu. (feb)
No comments:
Post a Comment