Barung-Barung Belantai memiliki berbagai potensi daerah,baik potensi alam maupun Sumber Daya Manusia(SDM).Potensi inilah yang mengantarkan nagari yang asalnya dulu hanya sebuah lokasi persinggahan bagi perantau yang masuk ke Pesisir Selatan (Pessel) dari Selayo Solok.Barung diambil dari bahasa asli Minang yang lebih kurang berarti semacam Bale (Palanta) tempat duduk melepas lelah.Seiring semakin meningkatnya para perantau dari daerah asal (Solok) yang datang ke Pessel,akhirnya daerah itupun menjadi perkampungan.
Potensi alam yang dimiliki Nagari ini antara lain adalah Gambir dan Durian sebagai tanaman tumpang sari yang mendatangkan penghasilan sekitar Rp.1,9 Miliar sampai 2,2 Miliar setiap musimnya.Barung-Barung Belantai sebagai daerah penghasil Durian sudah terkenal ke luar daerah.Gambir sendiri sebagai mata ekonomi utama bagi sebagian besar warga Nagari ini mampu diproduksi petani setempat sekitar 0,9 Ton/Ha dengan luas lahan lebih kurang 1.053 hektar mampu menopang perekonomian masyarakat dengan total pendapatan Rp.6,9 Miliar per tahun. Tanaman ini merupakan primadona bagi masyarakat nagari ini.
"Hasil utama masyarakat adalah dari tanaman gambir yang bisa diproduksi 0,9 Ton/Ha dengan total pendapatan Rp.6,9 Miliar per tahun,"kata Pjs.Wali Nagari Barung-Barung Belantai,Asril Pitir,Sabtu(23/5) disela-sela penyambutan Tim Penilai Lomba Nagari berprestasi yang datang ke daerah ini.
Asril Pitir menambahkan disamping sumber daya alamnya,nagari ini juga memiliki sentra kerajinan rakyat yaitu sulam bayangan dan industri kerajinan tangan sepatu dan sandal.Khusus sulam bayangan hasil produksi kelompok kerajinan daerah ini sudah merambah pasar eksport yaitu ke Malaysia dan beberapa negara tetangga lainnya.Sementara untuk industri sandal dan sepatu,putera asli daerah Barung-Barung Belantai bernama Indra baru mengembangkan usahanya setelah tidak lagi bekerja sebagai buruh di salah satu pabrik sepatu di Medan.
Potensi lain di bidang pertanian padi sawah,petani Barung-Barung Belantai bisa melaksanakan musim tanam minimal lima kali dalam dua tahun karena jaringan irigasi tersedia dan terawat sangat baik.Tahun 2008 lalu hasil produksi padi Nagari Barung-Barung Belantai Rp.10,8 Miliar dari lebih kurang 450 Hektar lahan dengan penerapan pola tanam plakat.
Disamping itu perekonomian masyarakat Barung-Barung Belantai juga ditunjang dari sektor peternakan dimana peternakan sapi dan kambing serta ayam merupakan rutinitas rumah tangga disamping kesibukan sebagai petani gambir dan petani sawah.
Keberhasilan pemerintahan Nagari Barung-Barung Belantai juga sangat ditunjang oleh tingkat partisipasi masyarakat baik yang di kampung maupun di perantauan.Berbagai kegiatan pembangunan di nagari tidak sedikit yang berasal dari para perantau yang sukses sehingga menunjang kegiatan pembangunan yang dibiayai oleh pemerintah.
Tim Penilai Lomba Nagari Berprestasi (LNP) tingkat Provinsi Sumatera Barat diketuai Zukirwan Chan melakukan penilaian di Barung-Barung Belantai sehari penuh untuk menilai nagari tersebut untuk tingkat Provinsi.Diantara aspek yang dinilai sebagai indikator adalah Aspek pendidikan,kesehatan,ekonomi masyarakat,partisipasi masyarakat dalam pembangunan,aktifitas kelembagaan sosial masyarakat,administrasi pemerintahan,Ketertiban dan Keamanan lingkungan nagari,kreatifitas lembaga PKK dan sebagainya.Penilaian tingkat Provinsi ini rencananya akan berakhir pada 18 Juni mendatang dan penetapan pemenang lomba untuk mewakili Sumatera Barat di tingkat Nasional.(Ef).
No comments:
Post a Comment